NASIHAT BIJAK UNTUK DIRI SEBAGAI GURU


 Bapak ibu guru yang kami hormati …

Peran kita sebagai pendidik adalah amanah yang mulia, membentuk generasi penerus bangsa dengan ilmu dan budi pekerti. Dalam perjalanan mendidik, tentu kita akan bertemu dengan beragam karakter murid, ada yang santun dan mudah diarahkan, ada pula yang penuh tantangan. Namun, dalam menghadapi segala dinamika ini, ada beberapa hal penting yang perlu senantiasa kita jaga, demi kebaikan bersama dan keberkahan ilmu yang kita sampaikan.

 

Menjaga lisan dan hati terhadap kekurangan murid

Karena setiap murid adalah individu yang unik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terkadang tingkah laku mereka bisa menguji kesabaran kita. Namun, marilah kita senantiasa menjaga lisan kita dari membicarakan kejelekan murid, seberapapun nakalnya mereka. Apabila ada kesalahan yang perlu dibahas, biarlah pembahasan itu semata-mata demi tujuan evaluasi dan perbaikan. Sampaikan dengan bijak, cari solusi bersama, dan berikan bimbingan yang konstruktif.

 

Hindari sejauh mungkin untuk membicarakan aib murid tanpa tujuan yang jelas, apalagi jika disertai perasaan benci. Lebih jauh lagi, jangan sampai aib tersebut menjadi bahan obroloan di depan umum, apalagi menjadi bahan lelucon atau ejekan.

 

Seorang guru adalah teladan, dan teladan yang baik akan selalu menjaga kehormatan murid-muridnya. Mari kita kendalikan emosi, tahan amarah, dan jaga sikap kita. Ingatlah setiap anak memiliki potensi untuk berubah dan berkembang menjadi lebih baik.

 

Di sisi lain, ketika murid yang berprestasi, tentu kita merasa bangga dan ingin memberikan apresesiasi. Hal ini sangatlah baik. Namun, marilah kita berikan apresiasi sewajarnya saja, tidak terlalu berlebihan. Kita perlu berhati-hati, apresiasi yang terlalu tinggi atau terlalu berlebihan justru dikhawatirkan akan menumbuhkan kesombongan di hati murid. Tujuan kita adalah memupuk kerendahan hati dan semangat belajar yang berkelanjutan, bukan mengedepankan ego semata.

 

Dan yang terpenting dari semuanya, Bapak/Ibu Guru adalah “Do’a” jangan pernah lepas untuk senantiasa mendo’akan murid-murid kita. Bukan hanya setelah selesai shalat, tetapi setiap saat, setiap bertemu, setiap berpapasan, setiap kali nama mereka disebut, bahkan setiap kali terlintas dalam pikiran.

 

Kita tidak pernah tahu, takdir di masa depan. Bisa jadi murid yang hari ini kita anggap nakal, justru kelak akan menjadi kebanggaan kita, bahkan menolong kita di dunia bahkan di akhirat. Sebaliknya, murid yang hari ini kita banggakan secara berlebihan, mungkin saja akan membawa kekecewaan di kemudian hari. Sikap sewajarnya dalam segala hal. Dibarengi dengan ketulusan dan do’a, akan membawa keberkahan yang tak terhingga.

 

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita dalam menjalankan tugas mulia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan di Raport Tidak ada Perengkingan

SMA Negeri 1 Kedondong Torehkan Prestasi Cemerlang: 18 Siswa Lolos sebagai Finalis OSN Tingkat Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung 2025

SMA Negeri 1 Kedondong Peringati Hari Batik Nasional dengan Penuh Semarak