Menggapai Cahaya Di Tengah Gelap
Aku lahir dari keluarga sederhana yang penuh perjuangan. Masa kecilku tidak seperti anak-anak lain yang mungkin lebih beruntung. Kami sering mengalami masa sulit, dan kehidupan mengajarkanku arti kesabaran serta keikhlasan. Saat bersekolah di tingkat SMK, aku tidak punya jatah bulanan seperti teman-teman lainnya. Tapi, alhamdulillah, Allah selalu mengelilingiku dengan orang-orang baik. Aku tidak menyerah. Setiap pagi, aku membuat bakwan untuk kujual dan kutitipkan di koperasi sekolah. Hasil dari bakwan itu menjadi penyokong kecil untuk memenuhi kebutuhan harian. Ketika lulus SMK, keinginanku untuk melanjutkan pendidikan harus kutunda. Kakakku, yang duduk di semester lima kala itu, butuh dukungan penuh untuk menyelesaikan kuliahnya. Emak dengan penuh kasih berkata, "Kalau kalian kuliah bareng, emak khawatir semuanya berhenti di tengah jalan." Kata-kata itu menusuk, tapi aku tahu emak benar. Maka, dengan berat hati, aku memutuskan menunda kuliah. Aku mencoba peruntu...